Kamis, 22 November 2012

Pengertian & Hukum Mempelajari Ilmu Fiqih

1. Pengertian Ilmu Fiqih

Allah Berfirman dalam surah At-Taubah[9] : 123

Artinya : 
    '' Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa''.

Hadits Nabi :
“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah akan diberikannya kebajikan dan keutamaan, niscaya diberikan kepadanya “ke-faqih-an” (memahami fiqih) dalam urusan agama.” (HR. Bukhari-Muslim).
 
      Ilmu fiqih adalah ilmu untuk mengetahui hukum Allah yang berhubungan dengan segala amaliah mukallaf baik yang wajib, sunah, mubah, makruh atau haram yang digali dari dalil-dalil yang jelas (tafshili). 
 
      Produk ilmu fiqih adalah “fiqih”. Sedangkan kaidah-kaidah istinbath (mengeluarkan) hukum dari sumbernya dipelajari dalam ilmu “Ushul Fiqih”.

2. Hukum Mempelajari Ilmu Fiqih

     Hukum mempelajari/mencari ilmu fiqih adalah wajib atau fardhu ‘ain bagi setiap individu baik laki-laki maupun perempuan.

Sebagaimana sabda Nabi ;
” Mencari ilmu itu hukumnya fardhu bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan “.

Hukum mempelajari ilmu fiqih tergantung dari amal yang akan dilakukan atau dijalankan atau diamalkan:
  • Kalau  amal yang akan dijalankan itu wajib ( fardhu ), maka hukum mencari/mempelajari ilmunya juga wajib. Seperti shalat lima waktu, hukum mempelajari ilmu yang membahas tata cara atau peraturan (syarat, rukun dll ) shalat lima waktu menjadi wajib.
  • Kalau amalnya sunnah, mencari ilmunya pun sunnah, contoh shalat rawatib . akan tetapi, walaupun amal sunnah kalau itu akan dijalankan, maka hukum mempelajari ilmunya menjadi wajib.
Kesimpulannya, amal sunnah kalau tidak akan dilakukan, mencari ilmunya hukumnya sunnah, amal sunnah yang akan dilakukan hukum mencari ilmunya menjadi wajib.

 
 
 

Sunah Dalam Berwudhu'

1 .Membaca Basmalah Sebelum memulai wudlu'.
2. Membasuh ke dua telapak tangan. 
3. Berkumur-kumur. 
4. Membersihkan lobang hidung (dengan cara menghirup air) 
5. Menyapu seluruh kepala. 
6. Menyapu kedua daun telinga,luar dan dalam. 
7. Menyilang-nyilangi jari ke dua tangan dengan cara berpanca dan menyilang-nyilangi jari kaki         dengan kelingking tangan kiri, di mulai dari kelingking kaki kanan,di sudahi pada kelingking kaki kiri; sunat menyilangi jari,kalau air dapat sampai di antara jari dengan tidak disilangi,tetapi apabila air tidak sampai di antaranya kecuali dengan di silangi,maka menyilangi jari ketika itu menjadi wajib,bukan sunnah. 
8. Mendahulukan anggota kanan daripada kiri. 
9. Membasuh tiap-tiap anggota wudlu' sampai 3x.
10. Berturut-turut, Maksudnya,sebelum kering anggota pertama,yang ke dua sudah di basuh. Begitu seterusnya hingga selesai. 
11. Jangan meminta pertolongan orang lain, kecuali terpaksa karena berhalangan,seperti sakit. 
12. Tidak di seka,kecuali bila ada hajat,seperti sangat dingin. 
13. Menggosok anggota wudlu' agar lebih bersih. 
14. Menjaga agar percikan air wudlu tidak kembali ke badan. 
15. Jangan bercakap-cakap sewaktu berwudlu' kecuali ada hajat. 
16. Bersiwak(menggosok gigi) selain bagi orang puasa sesudah tergelincir matahari.Lebih afdhal dengan memakai kayu arak(siwak). 
17. Membaca 2 kalimat syahadat dengan menghadap kiblat ketika wudlu'. 
18. Membaca do'a sesudah wudlu'. 
19. Membaca 2 kalimat syahadat sesudah selesai wudlu'

Selasa, 20 November 2012

MUKJIZAT NABI MUHAMMAD SAW ''BULAN TERBELAH "

   Allah SWT berfirman : 

 
Yg Artinya : Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bula.
"Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW"
      Mengenai ayat ini, Ada sebuah kisah Nabi Muhammad SAW.
Di masa sebelum hijrah dari Mekkah Al-Mukarramah ke Madinah, orang-orang musyrik berkata, " Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu ( mengejek dan mengolok-olok nabi)?" rasulullah SAW bertanya," Apa yang kalian inginkan?" Mereka menjawab: " Coba belahlah bulan..." Maka rasulullah saw pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjukknya ke bulan, rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrikpun berkata, " Muhammad, engkau benar-benar menyihir kami!" mereka tidak percaya dengan kejadian itu, tetapi Rasulullah tetap sabar.
      Kemudian orang-orang kuraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang akan pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali..!!!" Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). 
Allah Berfirman dalam Surah Al-Qamar ayat 1-3 :



Yg Artinya : ''Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan[1434]. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[1435]''.

Penjelasan :"[1434]. Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW. 
[1435]. Maksudnya bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat''.

     Ini adalah bukti nyata dari Mukjijat Nabi Muhammad SAW. Menurut Para pakar ruang angkasa AS, Dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa dan ingin menginjakkan kakinya di bulan,dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Tujuan mereka adalah ingin menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan. Dan mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri. Setelah penelitian  mereka itu berhasil,tiga pakar ruang angkasa tadi berkesimpulan bahwa " Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!! mereka mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Penelitian ini terbukti di dalam Al-Qur'an Surat Al-Qamar ayat 1, Sebagaimana telah di sebutkan di atas tadi.